Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

welcoming 2016

selalu merasa sedih; jika melihat progresifitas diri tak berbanding lurus dengan waktu yang bergerak semakin cepat. meski terkadang banyak hambatan dalam berproses, setidaknya sedikit demi sedikit aku mencoba mengerahkan amunisi, juga energi untuk terus maju. tapi, apalah dayaku. semoga bukanlah kesalahan besar jika jiwa berprinsip lemah ini mengharapkan yang terbaik. terkadang merasa jadi perenialis; tak berarti pesimistis, kan?? -------- tentu, 2015 menuliskan banyak cerita yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata. pun, jika bisa dituliskan hanya bisa sesingkat dan  sesederhana coretan-coretan kecil di blog ini. banyak pengalaman berharga, pelajaran indah, juga kejadian luar biasa. pun, ternyata masih ada hal-hal yang sepenuhnya belum terlaksana dan kemajuan nya lambat. terimakasih 2015. selamat datang 2016. semoga ke depan bisa senantiasa lebih baik dan terus menjadi lebih baik. 

belum terlambat

terkadang seseorang perlu waktu untuk bisa menjadi "baik" dan "lebih baik". lewat sesuatu hal Allah seringkali mengingatkan banyak hal, namun seringkali pula kita mengabaikannya. akan datang masanya seseorang benar- benar tersadar akan pelajaran yang Allah berikan. maka dari itu kita tak perlu menghakimi oranglain akan hal ini itu yang tak jelas.  yang bisa kita lakukan hanyalah mengingatkan seperlunya saja. semoga kita sama- sama bercermin pada diri sendiri, apa yang belum pernah kita lakukan. setelah kita tersadar akan suatu hal baik itu, tentu hati kita sedikit berucap bahwa "kenapa aku baru kaya gini sekarang yah?" selain itu biasanya kita bersedih " Ya Allah. aku terlambat untuk memperbaiki diri" apapun yang terjadi pada diri kita, tentu penyesalan yang ada tak perlu untuk didramalisir. yang perlu difokuskan adalah terus berusaha menjadi baik dan lebih baik. karena jika rasa sesal tak diabaikan, hati dan pikiran k...

takut??

menghindari penyakit hati ialah dengan memperbaiki niat. niat lahir dari sebuah hati yang tak terlihat, sehingga tiada yang tahu tentang niat seseorang kecuali dirinya sendiri. niat yang  lurus melahirkan kebaikan, begitu sebaliknya- niat yang berharap embel-embel "sesuatu" akan melahirkan penyakit hati. kebaikan akan memberi ketenangan dan kenyamanan pada pelaku maupun orang yang mendapat kebaikan tersebut. penyakit hati berbagai macam wujudnya, namun yang sangat sederhana adalah riya dan iri. keduanya seolah hal sepele, namun keduanya pula yang menjadi pangkal dari jenis penyakit hati lain nya, seperti hasud, sombong dan fitnah. ketakutan untuk melakukannya ialah langkah awal yang harus dilakukan. setidaknya rasa takut merupakan pencegahan diri, dan akhirnya dikatakan berhasil jika benar-benar sifat tersebut (iri, riya) tidak dilakukan.

tak ingin November-Mu berlalu.

tak ingin November di tahun ini berakhir, Ya Rabb. tak ingin melepaskan November untuk lenyap dari pandangan dan pelukan. begitu banyak kedamaian, keindahan, juga kebahagiaan lahir di bulan ini. maka dari itu, ketika November tlah berakhir ingin ku kembali pada November, Ya Rabb. namun, apalah daya. aku bukan lah apa-apa. kekuatan-Nya mengatur semesta dan segala isinya tentu memberi penjelasan bahwa semua telah ada yang mengatur. tugas kita sebagai makhluk ialah menjalankan. aku berharap bahwa Desember yang lahir setelah November akan memberi kebaikan pula. Ya Allah. terimakasih untuk umur dan juga kesehatan yang senantiasa Engkau beri padaku. jadikanlah hal baik  yang aku lakukan bermanfaat untuk diri sendiri sekarang, maupun kemudian hari. juga orang lain yang ada di sekitarku.