Postingan

Menampilkan postingan dari September 3, 2016

Mengapa Belum Juga

Mengapa Belum Juga * PANTAI; Ia telah mengucap janji setianya pada laut. Bahwa ia akan selalu menemani, kapanpun. Dalam keadaan apapun. Sedahsyat apapun hembusan angin-- atau bahkan badai-- yang mengguncang, yang mengurai tenang jadi gelombang- gelombang yang sulit dikenang, ia kan selalu di sana. Menjadi sahabat paling setia yang selalu mencoba mengerti.  Dalam pasang maupun surut.  Dalam jernih maupun keruh.  Katanya, 'tak peduli kamu seberapa pekat, aku akan tetap dekat'. PANAS; Ia mengaku telah jatuh hati pada api. Mengagumi segala pesonanya, dan berikrar dalam hati, ia akan selalu menjadi ruh yang bersemayam dalam raganya.  Menjadi rasa paling dikenal.  Karena bersama api, ia merasa arus cintanya itu berdiri kanal.  Dalam momen destruksi sekalipun, ia selalu bahagia.  Dan selalu mengucap harap dalam doa, 'semoga semuanya abadi'. DINGIN; Ia sudah terlalu yakin salju adalah muara cintanya. Dan tak tahu lagi harus b...