Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

bulan pernikahan

selain booming dengan slogan "diam-diam tapi tiba-tiba ada undangan datang", bulan september di tahun 2016 ini sangat tepat dinobatkan sebagai bulan pernikahan. why?? saya rasa september jauh berbeda dan memang sangat berbeda dengan biasanya. entah kenapa hampir tiap hari liat foto undangan ato resepsi pernikahan berseliweran di medsos terutama facebook, bbm dan ig. huah ya temenku, ada juga temen nya temenku, atau orang yang ga kukenal sekalipun. siapapun itu, niat baik semoga diberikan jalan yang baik oleh Allah. menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah dan selalu dalam lindungan Allah. barokallahu lakuma.. bagi yang belum, jangan deket-deket wafer yah, karena selain bikin makin laper, sudah dipastikan sukses bikin baper. *eh akan tiba giliran kita kok, bersanding di kursi pelaminan pada waktu yang terbaik dan paling tepat menurut ALLAH. semangat gaes..

kalian segalanya

orang tua; selalu memastikan bahwa sang anak sehat dan baik-baik saja. perhatian yang besar diberikannya setiap hari; bahkan ketika anak cengengnya  jauh dari pantauan. di saat dekat merawat dan memenuhi kebutuhan kita dengan kasih sayang dan perjuangan. ialah mama dan bapak ku. orang- orang terhebat yang membawaku hingga hari ini. pahlawan kehidupan ku. Ia lah ibu, mama ku; doa yang setiap saat dilantunkan senantiasa mengiringi langkahku. Ia lah ayah, abah- bapak ku; pemimpin keluarga yang luar biasa. memberikan perhatian dengan cara sederhana. hampir setiap hari, setiap pagi selalu jadi nama yang mucul di pesan handphone ku. mama- bapak, selalu segalanya.

Mengapa Belum Juga

Mengapa Belum Juga * PANTAI; Ia telah mengucap janji setianya pada laut. Bahwa ia akan selalu menemani, kapanpun. Dalam keadaan apapun. Sedahsyat apapun hembusan angin-- atau bahkan badai-- yang mengguncang, yang mengurai tenang jadi gelombang- gelombang yang sulit dikenang, ia kan selalu di sana. Menjadi sahabat paling setia yang selalu mencoba mengerti.  Dalam pasang maupun surut.  Dalam jernih maupun keruh.  Katanya, 'tak peduli kamu seberapa pekat, aku akan tetap dekat'. PANAS; Ia mengaku telah jatuh hati pada api. Mengagumi segala pesonanya, dan berikrar dalam hati, ia akan selalu menjadi ruh yang bersemayam dalam raganya.  Menjadi rasa paling dikenal.  Karena bersama api, ia merasa arus cintanya itu berdiri kanal.  Dalam momen destruksi sekalipun, ia selalu bahagia.  Dan selalu mengucap harap dalam doa, 'semoga semuanya abadi'. DINGIN; Ia sudah terlalu yakin salju adalah muara cintanya. Dan tak tahu lagi harus b...