Bukan sekedar benda mati
Filosofi air, percayakah??
yeah.. air memenuhi sebagian besar ruang di bumi.
keberadaannya membawa peran penting dalam kehidupan ini.
setiap hari kita menjumpainya untuk minum, mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya.
jumlah yang banyakpun dapat ditemui di sumur, sungai ataupun laut..
Mungkin sebagian orang tau Sungai Nil adalah sungai yng dijuluki sebagai sungai terpanjang di dunia,
namun sepertinya tidak semua orang tahu sejarah yang berkaitan dengan filosofi air,
Singkatnya adalah sebagai berikut:
Sungai Nil terkadang mengalami masa pasang dan masa surut,
ketika pasang, masyarakat sekitar sangat senang, namun ketika Sungai Nil surut mereka mengalami kesusahan dan kesulitan.
Sebelum Islam datang, masyarakat memiliki kebiasaan yang buruk, yaitu mengadakan pemilihan gadis perawan yang cantik..
kemudian gadis tersebut diberi baju yang sangat bagus serta perhiasan yang mahal, setelah itu gadis perawan tersebut dijeburkan ke Sungai Nil sebagai tumbal agar Sungai Nil kembali pasang.
Islam datang ke mesir pada tahun 21 H,
Panglima Amr bin Ash diperintah oleh khalifah Umar bin Khatab untuk menaklukkan Mesir.
Setelah masyarakat memeluk Islam, masa surut datang kembali, mereka mulai bingung bagaimana mengatasinya.
Untuk menghilangkan kebingungan tersebut,utusan Amr bin Ash datang menemui Khalifah Umar bin Khattab untuk meminta solusi dari permasalahan tersebut.
Mendengar permasalahan tersebut, Khalifah Umar bin Khattab menuliskan sesuatu di atas kertas:
" Bismillahir rahmaaanirrahiim..
Bila engkau mengalir atas kehendakmu sendiri, maka aku takkan membutuhkanmu,
namun bila engkau mengalir atas kehendak Allah, maka mengalirlah.. "
Utusan Amr bin Ash datang membawa solusi tersebut dari Madinah ke Mesir yang jaraknya sangat jauh.
Setibanya di Mesir, utusan tersebut memberikan apa yang disarankan oleh Khalifah Umar bin Khattab,
pada malam harinya Amr bin Ash melempar kertas yang bertuliskan tersebut ke Sungai Nil.
Kemudian, Apa yang terjadi???
Pada keesokan harinya Sungai Nil kembali pasang.
Masyarakat Mesir sangat senang dan kemudian meninggalkan kebiasaaan yang menyimpang dari ajaran agama Islam.
Subhanallah..
Air, benda yang kita anggap mati
sebenarnya memiliki roh kehidupan yang mampu merespon apa yang kita ucapkan..
yeah.. air memenuhi sebagian besar ruang di bumi.
keberadaannya membawa peran penting dalam kehidupan ini.
setiap hari kita menjumpainya untuk minum, mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya.
jumlah yang banyakpun dapat ditemui di sumur, sungai ataupun laut..
Mungkin sebagian orang tau Sungai Nil adalah sungai yng dijuluki sebagai sungai terpanjang di dunia,
namun sepertinya tidak semua orang tahu sejarah yang berkaitan dengan filosofi air,
Singkatnya adalah sebagai berikut:
Sungai Nil terkadang mengalami masa pasang dan masa surut,
ketika pasang, masyarakat sekitar sangat senang, namun ketika Sungai Nil surut mereka mengalami kesusahan dan kesulitan.
Sebelum Islam datang, masyarakat memiliki kebiasaan yang buruk, yaitu mengadakan pemilihan gadis perawan yang cantik..
kemudian gadis tersebut diberi baju yang sangat bagus serta perhiasan yang mahal, setelah itu gadis perawan tersebut dijeburkan ke Sungai Nil sebagai tumbal agar Sungai Nil kembali pasang.
Islam datang ke mesir pada tahun 21 H,
Panglima Amr bin Ash diperintah oleh khalifah Umar bin Khatab untuk menaklukkan Mesir.
Setelah masyarakat memeluk Islam, masa surut datang kembali, mereka mulai bingung bagaimana mengatasinya.
Untuk menghilangkan kebingungan tersebut,utusan Amr bin Ash datang menemui Khalifah Umar bin Khattab untuk meminta solusi dari permasalahan tersebut.
Mendengar permasalahan tersebut, Khalifah Umar bin Khattab menuliskan sesuatu di atas kertas:
" Bismillahir rahmaaanirrahiim..
Bila engkau mengalir atas kehendakmu sendiri, maka aku takkan membutuhkanmu,
namun bila engkau mengalir atas kehendak Allah, maka mengalirlah.. "
Utusan Amr bin Ash datang membawa solusi tersebut dari Madinah ke Mesir yang jaraknya sangat jauh.
Setibanya di Mesir, utusan tersebut memberikan apa yang disarankan oleh Khalifah Umar bin Khattab,
pada malam harinya Amr bin Ash melempar kertas yang bertuliskan tersebut ke Sungai Nil.
Kemudian, Apa yang terjadi???
Pada keesokan harinya Sungai Nil kembali pasang.
Masyarakat Mesir sangat senang dan kemudian meninggalkan kebiasaaan yang menyimpang dari ajaran agama Islam.
Subhanallah..
Air, benda yang kita anggap mati
sebenarnya memiliki roh kehidupan yang mampu merespon apa yang kita ucapkan..
Komentar
Posting Komentar