Menyambut Mimpi

satu dari dua jarum jam akan bergeser dan mulai menjauh dari angka dua belas.
itu tanda bahwa hari telah berganti pagi.
namun, raga ini belum juga mampu menembus alam mimpi.
kenapa? karena saat ini pelukan dingin telah menghalangi.          

besok entah jam berapa aku berdiri dari tanah empuk ini,
barangkali saat ini penaku masih bisa menuliskan tentang pagi.

secangkir kopi hitam, pekat lunturkan gula kehidupan yang selalu dirindui.
hangatkan kata yang tak ingin berhenti ditulis oleh hati.

pagi yang membuka lembaran baru tentang mimpi.
menemui mimpi.
menjemput mimpi.
menggenggam mimpi.

mimpi konyol.
mimpi aneh.
mimpi unik.
mimpi ajaib.

aku ingin seperti pagi.
lahir dari ruang yang tak terlihat,
namun akhirnya menjadi pusat.
pusat energi cahaya menampakkan sinarnya ke seluruh jagat.

mungkin aku sang pemimpi kecil.
iyah. aku pemimpi kecil entah dari mana kata kata ini mengalir,
ku berharap tiada akhir.

seperti orang terkenal itu, yang terus menerbitkan buku.
seperti orang bahasa itu, yang terus menerjemahkan buku.
seperti orang pintar itu, yang berpengalaman menjelajahi buku.


Komentar