tentang Cinta degan titik (2)
Lanjutan dari tentang Cinta dengan titik (1)
Di bawah ini
adalah beberapa baris dari kutipan di dalam novel Cinta. (baca: Cinta dengan
titik) yang dapat saya tulis ulang J
1.
Kau tahu apa yang lebih
menyakitkan daripada sebuah kehilangan? Menyangka bahwa hal itu tidak akan
pernah terjadi, tetapi akhirnya tiba- tiba saja itu terjadi padamu. Tanpa
pertanda. Tanpa peringatan. Tanpa sebuah aba-aba dan petunjuk bahwa kau sesaat
lagi akan ditinggalkan. Oleh orang yang kau cintai. Oleh orang yang kau (kira)
juga mencintaimu. Yang selalu bertahun-tahun menumbuhkan perasaan cinta
kepadamu, bahkan mengajarimu bagaimana cara mencintai seseorang dengan baik dan
menjaga cinta itu. (Hlm 11)
2.
Entah mengapa, Tuhan
menciptakan otak manusia begitu mudah melupakan hal yang indah, tetapi begitu
sulit untuk sedikit saja melupakan musibah.
Bukankah
hal yang indah lebih layak untuk diingat daripada hal yang membuat hati
berkarat? (Hlm 15)
3.
Kalau reinkarnasi itu
memang ada, saya ingin dilahirkan kembali sebagai senja. –Nessa (Hlm 21)
4.
Karena dia sementara, jadi
saya menunggu dia. Karena dia Cuma sebentar, jadi saya mengabadikannya. (Hlm
22)
5.
Ada satu bagian dari otak
manusia yang akan aktif saat hidung mencium aroma tertentu. Otak akan memutar
ingatan yang memiliki hubungan dengan aroma tersebut. Entah itu orang,
peristiwa, sesuatu, atau yang lain. (Hlm 38)
6.
Hati-hati kalau keseringan
bercanda. Nanti tidak ada yang menyereriusimu.-- Demas (Hlm 58)
7.
Betapa hal kecil yang
dilakukan seseorang bisa memberikan dampak yang besar bagi orang lain. Aksi
tidak selalu sama dengan reaksi. Hukum energi itu tidak tidak berlaku untuk
masalah hati.
Ketika
seseorang merasa apa yang ia lakukan adalah hal yang biasa saja, orang tersebut
tidak pernah tahu bahwa hasil dari apa yang ia lakukan memberikan efek yang
begitu membekas di diri orang lain. (Hlm 67)
8.
Salah satu hal paling
percuma yang pernah dilakukan manusia adalah mencoba berlari dari kenangannya
sendiri. (Hlm 73)
9.
Kenangan adalah benda yang
diam (jika ia bisa disebut sebgai benda). Tidak bergerak dan menetap seperti
guci di sudut rumah yang tidak berpenghuni. Bisu dan angker. Ia menentang hukum
waktu yang selalu bergerak. Ia tidak berubah bentuk. Ia terbingkai dan
bingkainya ikut abadi bersamanya. Ia tidak bisa dihapus. Ia permanen. Melekat
seperti roh. Tidak seperti kehidupan, ia tidak menginginkan perubahan. Ia tidak
bisa berubah. Ia tidak bisa diapa-apakan selain diterima sebagai bagian dari
sejarah dan riwayat seseorang. (Hlm 74)
10. My favorite part is the verse,
While
yours is the refrain.
I
don’t know if it’s a curse,
But
loving you is like inviting the pain. – NEM (Hlm 74)
11. Ketika bahagia, kita mendengarkan musik dari sebuah lagu, tetapi
ketika bersedih, kita mencermati liriknya. (Hlm 76)
12. My favorite part is the night, while yoursis the morning
If
loving you is not right, i don’t care because it’s so amazing- NEM
(Hlm
93)
13. Haruskah genap untuk menjadi lengkap? Mengapa ganil tidak bisa
memenuhi? (Hlm 98)
14. Ah, kebahagiaan hanyalah fiksi. Sebab apa yang aku rasakan
sekarang hanyalah serpihan sakit hati. (Hlm 122)
15. Untuk apa mengikat sesuatu, jika sedari awal sesuatu itu
menginginkan kebebasan. (Hlm 160)
16. Mengapa cinta membuatku mencintaimu, di saat yang sama kau
mencintai orang yang bukan aku? (Hlm 163)
17.
EGR: My favorite part s the dew, while yours is
the sunrise. Days left for us, only a
few; it’s not forever, but still nice
NEM: My favorite part is the leaf, while yours is the flower. I never
want to leave, but it’s also hard to get us together.
EGR: My favorite part is the lyric, while yours is the music. The
distance make me sick, but there’s no option can I pick.
NEM: My favorite part is the sea, while yours are the mountain. I’’ll
never set you free, i’m afraid you won’t come back again.
EGR: My favorite part is the blue sky, while yours is the white cloud.
When you say goodbye, my heart’s screaming out loud.
NEM: My favorite part is the moon, while yours is the dark sky. Please
come back soon, before I say goodbye.
EGR: My favorite part is the dust, while yours is
the solid ground. I gave you all my trust, but you just left me a wound.
(Hlm 164- 165)
18. Apakah untuk setiap “mengapa” harus ada sebuah “karena” ? (Hlm
171)
19. Hal yang tersulit untuk dilakukan, bahkan mungkin mustahil,
adalah mencoba membohongi perasaan sendiri. (Hlm 189)
20. Entah mengapa orang yang tepat selalu datang pada waktu yang
tidak tepat. (Hlm 190)
Komentar
Posting Komentar