Laptop: antara fakta dan yang semestinya



Laptop telah menjadi kebutuhan bagi beberapa kalangan seperti pelajar, mahasiwa, dosen, pebisnis, dan lain-lain.
Jika kondisinya baik, maka pekerjaan kita akan terbantu dengan baik pula. Namun, jika sebaliknya yang dirasakanpun pekerjaan akan terbengkalai dan tak terurus gara-gara kondisi laptop kurang baik. Kondisi kurang baik disini misalnya lowbat, keyboard ada yang gak jalan, dan lain-lain.

Menjaga laptop biar tetap awet adalah hal yang harus dilakukan. Ada banyak hal yang sering kita sepelekan  dalam memperlakukan laptop. Kita baru menyadari kalo laptop kita ada kerusakan. Memperlakukan orang lain aja harus baik, kan? Apalagi pasangan? *eh. Begitu juga kepada laptop kita.
Berikut adalah fakta-fakta kita dalam memperlakukan laptop, juga hal-hal yang semstinya kita lakukan. Semoga bermanfaat.

  • Kita sering menggunakan tas jinjing daripada tas gendong dalam membawa laptop, karena tas jinjing ukurannya lebih kecil dan juga lebih mudah dalam membawa. Selain itu laptop akan tersa ringan daripada dalam gendongan. Padahal, tas jinjing lebih rentan terhadap bnturan-benturan, mudah nyenggol apa aja pas lagi dibawa. Kalau laptop yang dibawa pake tas jinjing tadi menyentuh atau menyenggol benda keras gimana?


    So, sekarang kita pilih dan pakailah tas gendong atau tas yang ukurannya lebih besar. Tentu akan aman. 

  • Butuh prosentase baterai yang cukup untuk menyelesaikan tugas dengan maksimal. Sering di saat tugas belum usai daya baterai melemah, tentu mau tidak mau kita mencolokkan charger dan akhirnya disambi. Justru karena mengisi baterai sembari digunakan membuat kekuatan daya baterai laptop semakin hari  menurun. Dibuktikan dengan cepat habisnya daya baterai laptop. Mengisi 2 jam, dan dipakai hanya maksimal 2 jam.



Akan bagus jika sebelum memulai mengerjakan tugas dan pekerjaan,
kita memastikan bahwa laptop yang akan digunakan memiliki kapasitas 
baterai full dan cukup hingga tugas pun kelar.


  • Kejenuhan akan tugas dan pekerjaan yang banyak sering kali membuat kita enggan merampungkan tugas secepatnya. Terkadang kita meninggalkan tugas-tugas itu dan beristirahat atau melakukan aktifitas yang lain. Meletakkan buku-buku referensi yang tebal, kertas, alat tulis dan lainnya di atas keyboard atau di atas laptop yang telah ditutup adalah hal yang biasa kita lakukan, bukan?
    Benda-benda berat yang disebutkan itulah memberi beban yang berat untuk laptop, baik untuk keyboard maupun monitor. Jika hal ini dibiarkan lama dan berulang akan mengganggu kinerja laptop. Keyboard yang tertindih oleh buku-buku yang tebal akan menekan dan menekan terus, hingga akhirnya ketika dihidupkan lagi kita tak bisa mengetik.
    Misalkan tombol control (CTRL) menekan otomatis, ketika kita akan mengetik huruf “a” maka yang terjadi adalah block. Sebagaimana CTRL+A, begitu juga ketika kita mengetik huruf “s” maka yang terjadi adalah muncul dialog penyimpanan, sama ketika kita menekan CTRL+S.

    Tentu ini sangat meresahkan hati dan menimbulkan rasa was-was. Segeralah tekan pelan-pelan tombol CTRL dengan jari kita. Biasanya tombol CTRL yang tadinya menekan otomatis akan segera off, jadi kita bisa mengetik lagi.
    Namun, apabila tak kunjung pulih, segeralah bawa laptop ke tukang service, laptop kita perlu diperbaiki. Tapi janganlah kaget ketika mendengar ongkos yang perlu dikeluarkan. Jika keyboard tersebut bisa diperbaiki akan dikenakan biaya 150 ribu. Namun jika sudah dicoba untuk diperbaiki tidak kunjung sembuh, solusi yang harus diambil adalah mengganti keyboard dengan yang baru. Biayanya 350 ribu.
    Wah... mahal amat yah. ???!!!???<<>>:{}{::J(*&^%%#


    Ya begitulah, maka kita harus lebih hati-hati lagi ketika menaruh sesuatu di atas keyboard.

  • Posisi mengisi baterai yang bener gimana sih? Kadang kita bingung bukan? Ada yang bilang lebih baik layar monitor ditutup. Ada juga yang bilang lebih baik dibuka biaar gak panas. Hhm.. tau ah, Berdasarkan konsultasi saya setelah menyervice-kan laptop kepada teknisi, aku sempat menanyakan hal ini. Dan ia menjawab nge-charge laptop lebih baik ditutup dalam keadaan mati.
    Haha, intinya ya nge-charge yang baik itu gak disambi ngapa-ngapain, misalkan ngetik, nonton film, dan lain-lain.
    Eits, ada lagi lho. Nge-charge laptop itu gak boleh kelamaan atau istilahnya overtime. Batasnya adalah 4-5 jam.
    Sesekali kita disibukkan oleh batas akhir (dateline) pengumpulan tugas atau pekerjaan, nglembur istilah kerennya L di saat kita udah rampung dan mulai ngantuk kapasitas baterai sedikit, terkadang kita colokin charger, kan? Eh, bangun-bangun charger laptop masih nyolok. Hadeh..


    Untuk menghindari overtime dalam mengisi daya baterai, alangkah baiknya jika tidak nge-charge pada malam hari, apalagi saat ngantuk maupun mau tidur.
Diambil dari pengalaman pribadi saya dan hasil konsultasi saya dengan teknisi yang telah membantu memperbaiki laptop saya.hehe
(sumber gambar: google)
Salam.

Komentar