mengkartini (1)
jika para pejuang wanita zaman dulu masih hidup pada saat
ini, mungkin mereka sedikit merasa cemburu.
karena yang sering disebut-sebut
hanyalah seorang “Kartini”.
tiada yang diingat tanggal
lahirnya kecuali ia.
selain diabadikan sebagai sebuah Hari
Besar Nasional, namanya juga terlantun dalam sebuah lagu.
“alangkah bahagianya seorang
Kartini”, pikir Cut Mutia, Nyai Walidah, Cut Nyak Din, dan para pejuang wanita
lain di Tanah Air tercinta ini.
tapi, saya yakin hanya wanita
yang hidup pada zaman saat ini lah yang sering terbakar api cemburu. sakit hati
jika wanita lain yang selalu disebut.
karena pejuang wanita zaman
dahulu mempertahankan negeri ini berniat ikhlas tanpa pamrih.
sungguh besar perjuangan,
pengabdian dan kehidupan wanita- wanita agung itu. jejak langkah mereka-
namanya telah diwakilkan oleh R.A Kartini.
kita- para perempuan (juga
wanita) Indonesia selayaknya mampu mengingat, menghargai, dan mengikuti jejak
mereka.
selamat menyambut Hari Kartini :)
Komentar
Posting Komentar