EDISI SYAWALAN
bersama sahabat-sahabati PBA.
kamis, 23 Juli 2015
silaturahmi ke Bu Fatikhah & Pak Muin.
rumah pertama dosen yang dikunjungi setelah keliling ruangan para dosen dan pegawai kampus dari satu pintu ke pintu yang lain
sayangnya hanya ada ibu, si bapak lagi nyervice mobil.
rumah pertama dosen yang dikunjungi setelah keliling ruangan para dosen dan pegawai kampus dari satu pintu ke pintu yang lain
sayangnya hanya ada ibu, si bapak lagi nyervice mobil.
dengerin cerita dan pengalaman gak terasa udah adzan dhuhur
aja.
kita langsung sholat di depan masjid yang sedang di bangun, yang dulunya hanya mushola yang dirintis oleh Bapak dan Ibu.
setelah sholat kita balik ke rumah beliau dan ternyata disuruh makan.
Alhamdulillah yah. rejeki anak sholeh/ah.


kita langsung sholat di depan masjid yang sedang di bangun, yang dulunya hanya mushola yang dirintis oleh Bapak dan Ibu.
setelah sholat kita balik ke rumah beliau dan ternyata disuruh makan.
Alhamdulillah yah. rejeki anak sholeh/ah.
setelah berkunjung ke rumah Pak Muin dan Bu Fatikhah di
Panjang, kita beranjak ke daerah Setono. niat hati menemui Pak Ali dan Bu Eli
tapi ternyata mereka tak ada di rumah.
langsung deh capcuz ke wilayah Tirto. kediaman Pak Musoffa Basyir.
langsung deh capcuz ke wilayah Tirto. kediaman Pak Musoffa Basyir.
bermodalkan arah dan petunjuk yang diberikan Pak Musoffa
tentang rumah-rumah dosen yamg berada di sekitar rumah beliau, kita menyusuri
jaln demi jalan. bermula dari Pak Abdul Hamid, Pak Imam Hanafi, Bu Mumun sampai
ke rumah Pak Muhandis. sayang, mereka semua sedang tak berada di rumah.
alhasil kita langsung melanjutkan perjalanan ke rumah Pak Idhoh Anas.
alhasil kita langsung melanjutkan perjalanan ke rumah Pak Idhoh Anas.
masih di rumah Pak Idhoh Anas.
banyak nasehat dan pengalaman yang beliau bagi.
kesunnguhan dan perjuangannya sungguh luar biasa.

banyak nasehat dan pengalaman yang beliau bagi.
kesunnguhan dan perjuangannya sungguh luar biasa.
seusai sholat, kita akan melanjutkan perjalanan lagi. namun tak terduga, ternyata kita bertemu Pak Mutammam beserta istri.
setelah dari masjid, silaturahmi dilanjutkan ke kediaman Pak
Mansyur yang bertempat di Pondok Raudhotul Qur'an (dulunya SMK Syafi'i Akrom) di
daerah Jenggot.
beliau di Mesir belasan tahun, menemukan jodohnya pun disana. istrinya asli orang Aceh yang rumahnya sangat jauh dari pusat kota, yaitu 8 jam perjalanan. wah wah..
subhanallah..
mungkin karena udah sore dan badan capek, jadi lupa buat foto.






Komentar
Posting Komentar