selalu merasa sedih; jika melihat progresifitas diri tak berbanding lurus dengan waktu yang bergerak semakin cepat.

meski terkadang banyak hambatan dalam berproses, setidaknya sedikit demi sedikit aku mencoba mengerahkan amunisi, juga energi untuk terus maju.
tapi,
apalah dayaku.
semoga bukanlah kesalahan besar jika jiwa berprinsip lemah ini mengharapkan yang terbaik.

terkadang merasa jadi perenialis;
tak berarti pesimistis, kan??

Komentar