dik!
siapa yang tak paham dengan 2 Mei , hampir seluruh lapisan masyarakat tahu betul bahwa hari lahir Ki Hajar Dewantara ini dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
seharusnya peringatan ini dijadikan momentum untuk terus memperbaiki nasib generasi penerus bangsa, yang notabene 'terdidik'.
pendidikan seharusnya menjadi modal untuk memaksimalkan kemajuan suatu negara, tentu bukan sekedar dari akademis semata. namun, lebih dari itu.
karakter dan akhlakul karimah.
dan.. hari pendidikan nasional tahun 2017 ini bertepatan dengan pengumuman hasil ujian tingkat SMA/SMK/ sederajat.
fenomena apa saja yang terjadi?
sudah bisa ditebak!
konvoi dan corat coret baju.
duh dik, ini zaman milenium! kelakuan kok jaman jahiliyah.
konvoi, corat coret baju atau segala macam bentuk yang mengatasnamakan 'perayaan' kelulusan itu sangat tidak pantas dilakukan.
apalagi di tahun 2017 ini!
ekonomi negara kita sudah tak menentu, mengapa kau hamburkan bensin hanya untuk konvoi?
mengapa tak kau manfaatkan untuk bersilaturahim kepada orang2 hebat dibelakangmu??
mengapa kau boroskan uangmu untuk membeli pilok?
mengapa kau kotori baju 'terdidik' kalian??
mengapa tak kau sisihkan uangmu saja , dik?
kumpulkan dan sedekanlah!
bukan hanya karena kau tak neko2, tapi lebih dari itu!
saya yakin pahalamu pasti akan mengalir.
kebaikan akan senantiasa mengiringi langkahmu!
hardiknas seharusnya dihiasi dengan perilaku yang terdidik pula.
bentuk syukur yang terbaik adalah ketika kita bersujud kepada Rabb;
mensyukuri setiap karunia yang tak terbilang hingga kau mampu lulus.
berterimakasih kepada orang tua yang telah berdoa untuk kesuksesan mu, berterimakasih atas jasa mereka yang tlah menuntunmu menuju pendidikan terbaik.
berterimakasih kepada guru- guru kalian,
berkat kerja keras dan didikan mereka, kepalamu berisi.
berkat kebaikan hati mereka, tingkahmu yang tak sepatutnya telah dimaafkan.
itu yang membuat jalanmu mudah, dik!!
kau tak tahu, dik!
perjuangan orangtua banting tulang demi sekolahmu!
barangkali itu hanya perihal materi.
kau tak tahu, dik!
keteguhan mempertahankan makalah di mata dosenmu.
atau rasanya skripsi dicorat-coret lalu disilang besar oleh pembimbing/ penguji!
barangkali itu hanya perihal akademis.
tapi bagaimana perasaanmu jika:
" proposal kehidupanmu bukan hanya dicorat-coret, tapi ditolak langsung oleh Tuhanmu?? "
———
menyangkal bahwa ini bukan salahmu?
menyalahkan guru yang mendidikmu?
menyalahkan sekolah yang lalai mengingatkanmu??
hidup terus bersaing, hidup terus bergerak.
kau harus mandiri, dik!
bukan apa-apa harus disuapin oleh yang lebih tua.
buka pikiranmu, bahwa hidup bukanlah hanya untuk senang-senang.
perluas wawasanmu, jadi otakmu tak melulu berisi hal-hal yang akhirnya menjerumuskanmu!
perbaiki perilakumu, di pundakmu lah tanggung jawab selanjutnya!
Kota Satria, 2 Mei 2017
aku;
masih belajar menjadi pembelajar sekaligus pendidik yang baik.
Komentar
Posting Komentar